Segawat Apa Kekuatan AI Sampai Elon Musk Dan Bill Gates Sampai Dikumpulkan untuk Bahas AI
Kripto: Cara Menambang Bitcoin, Pemilik Terbanyak, dan Perkembangan Pi Network
IQDMEDIA - Dalam artikel ini, terdapat informasi tentang salah satu website penambang Bitcoin yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan uang dari internet. Seperti diketahui, harga Bitcoin saat ini sudah mencapai Rp396.179.653 yang tentunya apabila menambang Bitcoin secara gratis akan sangat menguntungkan.
Anda bisa mendapatkan Bitcoin secara gratis dengan melakukan penambangan di internet yang nantinya bisa Anda tukarkan menjadi uang.
Berikut adalah salah satu website penghasil uang yang dapat Anda buka untuk melakukan penambangan Bitcoin dan mendapatkan uang dari internet secara online, seperti dikutip dari channel Youtube Maijan Torlando Sinaga. Website yang satu ini sudah terbukti membayar dan bisa menghasilkan Bitcoin secara gratis.
Nama website yang bisa Anda buka adalah Nicehash yang bisa Anda temukan di Google untuk menambang Bitcoin dan memperoleh uang dari internet.
Nicehash ini adalah salah satu website penambang Bitcoin yang telah berumur lebih dari 5 tahun dan sampai saat ini masih terbukti membayarkan Bitcoin yang dihasilkan.
Untuk menambang Bitcoin dari Nicehash ini, Anda tidak perlu membeli alat mining khusus. Anda cukup menggunakan laptop saja dengan GPU dan CPU bawaan.
Selain dapat menambang Bitcoin, Anda juga bisa melakukan transaksi Bitcoin ataupun trading melalui website yang satu ini. Anda juga bisa menggunakan Bitcoin yang Anda dapatkan dari menambang untuk melakukan trading dan memperoleh keuntungan lebih.
Jumlah Bitcoin yang bisa Anda hasilkan itu tergantung pada spesifikasi laptop yang Anda gunakan. Semakin tinggi spesifikasi laptop Anda, maka akan semakin banyak Bitcoin yang bisa Anda hasilkan.
Berikut cara untuk menambang Bitcoin dari situs Nicehash yang bisa Anda lakukan menggunakan laptop ataupun komputer di rumah.
Pemilik Bitcoin Terbanyak di Dunia
Investasi mata uang kripto sangat menggiurkan pada masa kejayaannya tahun 2020-2021 lalu. Para penambang mendapat keuntungan besar bahkan banyak yang menjadi orang kaya baru dari investasi Bitcoin atau Ethereum. Namun, mata uang digital ini dianggap sebagai investasi berisiko tinggi tanpa aset dasar yang jelas.
Berikut adalah daftar beberapa pemilik Bitcoin terbanyak di dunia:
1. Cameron dan Tyler Winklevoss
Saudara kembar ini adalah pendatang baru dalam daftar orang terkaya dari cryptocurrency versi Forbes. Mantan atlet dayung ini mulai mengoleksi Bitcoin pada 2012. Mereka juga meluncurkan bursa kripto bernama Gemini. Mereka dikenal karena konflik dengan Mark Zuckerberg atas penciptaan Facebook, yang menghasilkan penyelesaian hukum sebesar US$65 juta. Pada tahun 2013, mereka mengumumkan memiliki US$11 juta dalam bentuk crypto. Hari ini, mereka memiliki sekitar US$6 miliar dalam Bitcoin.
2. Michael Saylor
Michael Saylor adalah Presiden perusahaan software MicroStrategy dan dikenal sebagai pendukung uang kripto. Ia mulai membeli Bitcoin dan memiliki lebih dari 120.000, dan terus melakukan akumulasi jika harga Bitcoin mengalami penurunan. Pada tahun 2021, kekayaannya mencapai US$2,3 miliar setelah berinvestasi pada Bitcoin sebelum harganya melambung tinggi.
3. Bursa Kripto (Trade Kripto)
Bursa kripto pertama di dunia adalah bitcoinmarket.com. Namun, seiring berjalannya waktu, Mt.Gox menjadi pionir dalam bursa kripto, memonopoli lebih dari 80% volume perdagangan Bitcoin. Sayangnya, pada tahun 2014, Mt.Gox berhasil diretas. Saat ini, bursa kripto terbesar di dunia adalah Binance, yang didirikan oleh Changpeng Zhao pada Juli 2017 dan mendominasi volume transaksi kripto.
4. Satoshi Nakamoto
Satoshi Nakamoto adalah pencipta Bitcoin pada tahun 2009. Ia diduga menambang total sebanyak 1.125.150 BTC dan menyimpan lebih dari setengahnya, setara dengan hampir US$30 miliar.
5. Lembaga Penegak Hukum
Menurut Cash, pemilik Bitcoin terbanyak adalah lembaga pemerintah. Contohnya adalah Bulgaria yang berhasil menggenggam 213.500 BTC pada tahun 2017. FBI juga memiliki 144.000 BTC ketika menutup situs Silk Road pada tahun 2013, namun sayangnya mereka menjualnya dengan harga rata-rata US$334 per koin.
6. Barry Silbert
Barry Silbert adalah pendiri dan Presiden konglomerat Digital Currency Group (DCG), yang bertujuan untuk membangun dan mendukung pengembangan berbasis blockchain. Perusahaan ini mengelola investasi yang menampung lebih dari 650.000 Bitcoin, senilai lebih dari US$25 miliar.
7. Tim Draper
Tim Draper adalah investor modal ventura Amerika dan pendiri Universitas Draper. Pada tahun 2014, Draper membeli 30.000 Bitcoin seharga US$19 juta di sebuah lelang setelah disita dari pasar online ilegal Silk Road. Kini, jumlah Bitcoin tersebut bernilai lebih dari satu miliar dolar.
Perkembangan Pi Network dan Potensi Listing di Binance
Tanda tanya tentang Binance yang akan mendaftarkan Pi Network menjadi diskusi penting sepekan terakhir di dunia kripto. Namun, di masa depan, setelah Pi Network membuka mainnet-nya, kemungkinan ini seharusnya tidak diabaikan begitu saja.
Dengan komunitas pengguna yang kuat dan menjanjikan, sulit membayangkan Binance akan mengabaikan potensi besar seperti ini. Tren ini sudah terlihat, seperti bursa Huobi dan xtcom telah mengambil langkah dengan mendaftarkan Pi IOU. Hal ini membuka jalan untuk dukungan langsung ketika Pi Network Open Mainnet diluncurkan, memungkinkan para "Trailblazers" untuk melakukan perdagangan Pi coin dengan bebas.
Seperti diketahui, Pi Network adalah proyek kripto yang sedang naik daun dengan visi untuk memberikan akses mudah ke dunia kripto kepada semua orang. Mereka telah berhasil menarik jutaan pengguna di seluruh dunia untuk menjadi "Trailblazers" dan menambang Pi Coin dengan menggunakan perangkat seluler mereka.
Namun, hingga saat ini, Pi Coin hanya dapat diperdagangkan di bursa pihak ketiga sebagai IOU (I Owe You). Kabar baiknya adalah bahwa seiring dengan perkembangan Pi Network, semakin banyak pertukaran kripto besar yang menunjukkan minat dalam mendukung mata uang ini. Salah satu yang paling menonjol adalah Binance, salah satu pertukaran kripto terbesar di dunia.
Dengan memasukkan Pi Coin ke dalam daftar asetnya, Binance akan memberikan akses yang lebih mudah kepada jutaan pengguna mereka untuk memperdagangkan Pi Coin secara langsung. Selain itu, Binance memiliki reputasi yang kuat dalam industri kripto dan seringkali dianggap sebagai pertukaran yang aman dan andal. Keberadaan Pi Coin di Binance akan memberikan legitimasi tambahan pada proyek ini dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadapnya.
Binance sendiri memiliki persyaratan ketat untuk mendaftarkan aset baru, termasuk review keamanan yang ketat dan persyaratan teknis yang ketat. Pi Network harus memenuhi semua persyaratan ini sebelum bisa terdaftar di pertukaran tersebut. Selain itu, regulasi kripto yang berbeda-beda di berbagai negara juga dapat menjadi hambatan. Pi Network perlu memastikan bahwa mereka mematuhi semua regulasi yang berlaku di setiap yurisdiksi di mana Binance beroperasi.
Penulis: Azzadh/Trailblazers
Regulasi AI dan Pertemuan Petinggi Teknologi di AS
IQDMEDIA - Washington - Para petinggi perusahaan teknologi dikumpulkan di Capitol Hill, Gedung Kongres Amerika Serikat. Mereka dimintai pendapat oleh Kongres AS sebelum merumuskan regulasi tentang Artificial Intelligence (AI).
Pertemuan yang diadakan di Capitol Hill, Rabu (13/9/2023) ini dihadiri oleh CEO Tesla Elon Musk, CEO Meta Stage Mark Zuckerberg, CEO Google Sundar Pichai, mantan CEO Microsoft Bill Gates, CEO ChatGPT Sam Altman yang paling jadi perhatian juga datang dan beberapa petinggi perusahan teknologi lainnya di AS.
Sejak munculnya Open AI serta chatbot seperti ChatGPT yang menarik banyak investasi serta pengguna, Kongres AS mengkhawatirkan dampak buruk dari keberadaan AI tersebut. Itu sebabnya mereka gencar merumuskan langkah mitigasi untuk menghindari dampak buruk dari AI seperti dilansir dari Reuters, Kamis (14/9/2023).
Hal ini diungkapkan oleh Senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer yang menginisiasi pertemuan ini. "Kali ini kami harus benar memberi atensi pada masalah AI karena ini merupakan masalah signifikan yang dihadapi generasi berikutnya," terang Schumer.
Langkah ini didukung oleh para petinggi perusahaan teknologi di AS. CEO Meta Stage, Mark Zuckerberg menyatakan pada Kongres AS bahwa AI memang seharusnya didukung oleh sistem keamanan dan inovasi lainnya untuk menjaga keseimbangan. "Pemerintah sudah seharusnya terlibat dalam hal ini, mendukung inovasi serta memberi perlindungan di ranah AI adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan," ungkap Mark Zuckerberg.
Sementara itu, Kongres menilai bahwa regulasi AI dapat dimulai dengan keberadaan standar penggunaan AI yang ditetapkan oleh perusahaan di Amerika. Pemerintah akan membantu langkah yang nantinya ditetapkan oleh perusahaan tersebut.
CEO Tesla yang juga pemilik dari platform media sosial X, Elon Musk juga berpendapat bahwa keberadaan regulasi tentang AI sangat dibutuhkan. Nantinya, regulasi juga harus berfokus pada keamanan dalam penggunaan AI. "Sangat penting untuk kita memiliki 'wasit' dalam hal ini, langkah ini seharusnya diambil perusahaan demi alasan keamanan," ungkap Musk.
Ia juga menilai pertemuan ini sebagai langkahnya untuk melayani kemanusiaan dan menjadi pijakan sejarah yang penting untuk masa depan peradaban. "Langkah ini sebagai layanan untuk kemanusiaan, mungkin nanti akan menjadi sejarah karena langkah ini sangat penting bagi masa depan peradaban," tambah Musk.